KONSEP PENDIDIKAN SENI

  1. 1.     KONSEP PENDIDIKAN SENI DI SD.

Pendidikan adalah usaha sadar mengembangkan anak dalam segala hal sehingga anak menjadi dewasa, yang meliputi kedewasaan berfikir, merasakan, berperilaku dan kedewasaan menjalankan tugasnya sebagai anggota masyarakat.Potensi yang ada dalam diri manusia dikendalikan oleh tiga hal yakni : otak, perasaan, dan karsa.

Fungsi Pendidikan adalah menyeimbangkan kinerja otak kanan dan otak kiri agar terjadi perpaduan gerak yang dinamis.

Peranan otak kanan manusia adalah mengembangkan kedisiplinan, keteraturan, dan berpikir sistematis.

Peranan otak kiri adalah untuk mengembangkan kemampuan kreasi yang unstructured seperti ekspresi, kreasi, imajinasi yang tidak membutuhkan sistematika kerja.

Kinerja otak kanan didukung oleh beberapa mata pelajaran yang dikenal dengan kelompok mata pelajaran yang berbasis pelatihan berpikir seperti matematika dan IPA.

Sedangkan otak kiri berbasis pelatihan rasa seperti IPS, Agama, dan Kesenian.

Menurut Ki Hajar Dewantara, perkembangan anak membutuhkan keseimbangan antara emosi (perasaan) dengan pikiran (intellectual) yang dikemas dalam model pengalaman kreatif.

  1. Seni Membantu Pengembangan Daya Pikir, Rasa, Dan Karsa

Karya seni anak SD mempunyai arti fisik dan simbolis. Mempunyai arti fisik karena karya ciptaan itu merupakan ungkapanide, kemampuan rasa, maupun kemanfatannya dalam kehidupan sehari-hari.Karya seni mempunyai arti simbolis karena dalam proses berkarya (berproduksi) anak menggerakkan seluruh indera rasa, pikir, dan karsa.

  1. Seni Membantu Pelatihan Pengembangan Daya Pikir

Proses menari merupakan kesatuan kerja antara fungsi rasa dan pikir menyatu untuk menggerakkan dorongan berkarya.

  1. Seni Membantu Pelatihan Pengembangan Kepekaan Rasa

Proses kerja rasa digerakkan untuk menciptakan suasana keindahan.  Ketika anak melukis segala angan-angan dan ide dicurahkan agar warna yang ditampilkan sesuai dengan bentuk yang dibayangkan.

Hal tersebut memberi gambaran bahwa pendidikan seni sangat erat dengan pendidikan rasa.

  1. Pelatihan Produksi Seni Membangkitkan Karsa Anak

Proses berkarya pada hakikatnya merupakan kegiatan berangan-angan serta membayangkan terciptanya suatu karya. Misalnya ketika anak sedang menyanyikan lagu “kupu-kupu” sebenarnya angan-angan anak melambung membayangkan keindahan kupu-kupu yang sedang terbang.

Berkesenian membutuhkan kerja kreatifitas, sensitivitas (rasa), dan karsa (mood) yang kesemuanya memberikan korelasi positif terhadap pembinaan cipta, rasa dan karsa yang ditumbuhkan oleh siswa.

  1. Seni membantu Belajar Memahami Materi Pembelajaran lain

1)     Seni membantu meningkatkan persepsi siswa dalam belajar,

2)     Seni membantu siswa berasosiasi terhadap bentuk yang lain seperti korelasinya dengan mata pelajaran lain :

  1. Sejarah dengan gambar pakaian adat di suatu daerah
  2. Matematika dengan gambar geometris
  3. Pemandangan gunung dengan IPA

3)     Seni membantu berimajinasi dari abstrak menuju konkrit atau sebaliknya.

 

  1. 2.     FUNGSI PENDIDIKAN SENI
    1. Seni Sebagai Media Ekspresi

Pendidikan seni melatih anak mengungkap isi hati dan pikiran yang sulit diungkapkan melalui kata-kata.

  1. Seni Sebagai Media Komunikasi

Komunikasi adalah usaha anak untuk mampu mengutarakan pendapat dengan jelas, teratur, dan mudah dipahami orang lain. Seni mengajarkan pemahaman tentang komunikasi visual sangat penting untuk memahamkan murid perihal keterkaitan antara materi pelajaran, susunan obyek, maupunarti dari karya yang telah diciptakan sendiri.

  1. Seni Sebagai Media Pembinaan Kreativitas

Pendidikan seni adalah pendidikan kreatif, yaitu pendidikan untuk memberikan kesempatan anak untuk berkembang sesuai dengan naluri dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi sehari-hari secara mandiri.

Pelatihan kreatifitas anak melalui pendidikan seni dicapai dengan :

  1. Kemampuan perseptual yang meliputi kepekaan inderawi terhadap rupa, bunyi, gerak dan perpaduannya serta karya kerajinan dan teknologi.
  2. Pengetahuan yang meliputi pemahaman, analisis, dan evaluasi.
  3. Apresiasi yang meliputi kepekaan rasa, estetika, kesesuaian fungsi bentuk, artistik, serta memiliki sikap menghargai dan menghayati
  4. Produksi mencakup kreativitas dalam berkaryadan berimajinasi.

Pendidikan kreativitas pada dasarnya adalah pendidikan untuk melatih berpikir global dan komprehensif.

  1. Seni Sebagai Model Pelatihan Pengembangan Hobi Dan Bakat

Bakat berkesenian adalah kepekaan rasa seseorang terhadap sentuhan seni dan mudah mengekspresikannya sesuai dengan tahapan kontrak tugas guruyang diberikan kepada siswa.

Anak berbakat seni adalah anak yang mampu menanggapi karya seni orang lain serta mampu mensistematikan sesuai dengan rancangannya, rangsangan tersebut dapat berupa suara, gerakan dan bentuk-bentuk.

 

  1. 3.     RUANG LINGKUP PENDIDIKAN SENI
    1. Pengetahuan Seni

Pengetahuan seni tersusun atas berbagai materi yang bersifat komprehensif, yang memuat unsur-unsur pengetahuan yang bersifat organis, yaitu pengetahuan yang dapat dipelajari secara berkesinambungan dan saling berkaitan dengan pengetahuan lain.

Pengetahuan seni mempunyai struktur keilmuan seni :

1)     Knowing of the language of art (penghayatan terhadap karya seni)

2)     Artist and their world

Pengetahuan lain dalam seni adalah pengetahuan linier anorganik, yaitu pengetahuan yang berbentuk pengetahuan arbitrase, yaitu pengetahuan yang mempunyai susunan tidak teratur, oleh karenanya kapan saja pengetahuan ini disebutkan akan mempunyai arti yang berbeda.

Arthur Wesley Dow berpendapat bahwa dalam proses produksi seni terdapat 5 butir pengetahuan dalam berkarya seni, yaitu :

  1. Obtaining harmony-opposition
  2. Transition
  3. Subordination
  4. Repetition
  5. Symmetry

 

  1. Apresiasi Seni

Menurut Primadi, apresiasi seni sebagai aktivitas mental terdiri dari beberapa tahapan :

  1. Kejutan (surprise), yakni respon emosional terhadap sensasi inderawi yang menarik, aneh, unik, dan sebagainya.
  2. Empati, yakni suatu proses intuitif yang diiringi rasa indahestetik dalam wilayah ambang sadar.
  3. Rasa-betul-estetik, yakni kondisi apresiator menangkap dimensi artistik aspek formal karya seni sesuai prinsip estetika.
  4. Reaksi psikologis  terhadap kontent etis karya seni, yakni etika, pesan, dan fungsi karya.
  5. Rasa-benar-etis, yakni kemampuan menangkap dimensi etis karya seni sebagai akibat dari ilmu pengetahuan apresiator.
  6. Pesona dan haru, yakni efek dari penghayatan dan penerapan ciri kreasi yang sering kali melampaui batas-batas formal karya seni secara integral terakumulasi dari aktivitas inderawi dan psikologi apresiator.
  7. Pengalaman Kreatif

Dalam proses produksi seni anak akan menggunakan pengetahuan kognisi, yaitu pengetahuan yang sistematis danmampu diungkapkan pada suatu ketika, serta memanfaatkan pemahamannya tentang bentuk secara apresiatif.

Penulis: BERITA HARIAN DESA DONOREJO

Berbakti untuk negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s