Pak Slamet Si Pembuat Gula Jawa

Kurang lebih dari tahun 90-an keluarga Bapak Slamet sudah mempunyai pekerjaan pokok sebagai pengolah gula jawa. Nira gula jawa diperoleh dari pohon kelapa, sebenarnya mengambil nira tidak terlalu sulit, namun terkadang pohon kelapa yang di ambil niranya tidak menghasilkan nira yang baik karena pengaruh cuaca. Di cuaca yang panas (kemarau) nira yang didapat akan lebih baik daripada saat cuaca dingin, hal itu disebabkan pada saat cuaca panas nira akan mencair dan mudah menetes. Sebaliknya di cuaca dingin nira akan membeku dan sulit menetes. Pak Slamet menggunakan air kapur yang ditaruh dalam potongan bambu (bumbung) untuk tempat menetesnya nira dari pohon kelapa. Maksud ditaruhnya air kapur, agar setelah nira menetes, nira tidak mudah basi dan setelah dimasak, gula akan mudah padat (keras). Pak Slamet biasa mengambil nira di pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB dan sore hari pukul 15.30 WIB.

Setelah  Pak Slamet selesai mengumpulkan nira, tugas Bu Wanti sebagai seorang istri untuk mengolahnya. Sebenarnya mengolah nira menjadi gula jawa tidak sulit, namun dibutuhkan kesabaran untuk mendapatkan gula yang diharapkan.

Cara pengolahannya, nira yang sudah diperoleh disaring untuk memisahkan kotoran, kemudian dituangkan ke dalam wadah (wajan) untuk selanjutnya dimasak di atas tungku. Biasanya bahan bakar yang digunakan adalah kayu, hal itu agar gula menjadi lebih baik dari pada dimasak di atas kompor yang berbahan bakar minyak. Setelah gula mekar, diberi parutan kelapa, kemudian gula dimasak sampai agak mengental. Selanjutnya dicetak memakai tempurung kelapa atau daun kelapa yang dibentuk bulat, kalau gula sudah dingin, barulah diambil dari cetakannya.

Penghasilan yang diperoleh keluarga Pak Slamet tidak tentu per harinya, terkadang bisa mencapai 1 – 2,5 kg dari 8 pohon kelapa. Gula yang sudah jadi, dijual di warung terdekat atau di pasar dengan tawar menawar, karena harga gula sangat relative alias tidak selalu sama. Setiap kg gula, bisa mencapai kurang lebih Rp.4.500,00 – Rp.5.000,00. Kegunaan gula jawa sebagai bumbu masak dan lain-lain.

Nah……, taukan akhirnya, “ CARA MEMBUAT INDUSTRI GULA JAWA”.

 

Penulis: BERITA HARIAN DESA DONOREJO

Berbakti untuk negeri

1 thought on “Pak Slamet Si Pembuat Gula Jawa”

  1. resiko mengambil nira dari pohon kelapa adalah jatuh nah bagaimana mengatasi masalah ini?apakah ada pohon kelapa yang pendek tapi hasil niranya banyak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s