Selayang Pandang Profil LMDH “Bangun” Desa Donorejo

Desa Donorejo merupakan salah satu desa model yang ada di wilayah Perum Perhutani KPH Kedu Selatan. Secara administratif pemerintahan Desa Donorejo masuk wilayah Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo Propinsi Jawa Tengah.

Desa Donorejo berada di pegunungan sekitar 17 kilometer arah timur kota Purworejo yang mempunyai luas wilayah 500,7 hektar, ketinggian tempat 889 di atas permukaan laut (DPL) dengan jumlah penduduk sekitar 3.200 jiwa. Wilayah Desa Donorejo masuk wilayah Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Katerban. Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Katerban (BKPH) Purworejo, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kedu selatan.

Luas petak pangkuan Desa Donorejo seluas 169,70 Hektar, terdiri dari 41 petak atau sekitar   34 % dari luas wilayah Desa Donorejo. Hutan rakyatnya mencapai 200 Hektar atau sekitar 40 % .

Jumlah anggota LMDH “BANGUN” 793 orang. Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) “BANGUN” adalah lembaga masyarakat desa yang didrikan oleh masyarakat Desa Donorejo pada tanggal 9 september 2002 berdasar SK. Menteri Kehakiman RI tanggal 14 April 1999 nomor C-909 HT.03 Th 1999 Notaris Tri Budiyanto,SH beralamat di Jalan Mayjend. Sutoyo No. 33 Purworejo.

LMDH “BANGUN” juga telah mengadakan perjanjian kerja sama dengan Perum Perhutani KPH Kedu selatan dalam rangka Pengelolaan Sumberdaya Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) dan perjanjian kerjasama tersebut di Akta Notariskan pada tanggal 01 maret 2003 No. 02 Notaris Tri Budiyanto, SH.

Ada beberapa potensi desa Donorejo yang sangat menonjol seperti ternak kambing Etawa, dan Agro Wisata. Populasi kambing Etawa di LMDH “BANGUN” sebanyak 4,965 ekor. Dari jumlah anggota 793 orang rata-rata beternak 5 ekor kambing etawa.

Selain mempunyai nilai jual yang cukup  tinggi, kambing etawa juga dapat dimanfaatkan susunya, kulitnya, maupun bulunya. Susu kambing multi guna, cocok untuk kesehatan. Kulitnya sebagai bahan baku kerajinan kulit. Bulu-bulu kambing etawa sangat halus dan lembut bias sebagai hiasan yang mempunyai nilai jual tinggi. Potensi ini sampai sekarang belum dikelola secara maksimal. Oleh karena itu perlu adanya peran dan dukungan dari berbagai pihak baik Pemda, Perhutani, Perguruan Tinggi dan Investor untuk bekerja sama dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya hutan sesuai karakteristik wilayah dengan sistem PHBM.

Guna mendorong optimalisasi implementasi pengelolaan  sumber daya hutan bersama masyarakat (PHBM) ada 3 unsur pendukungnya yaitu ; Perhutani, LMDH, dan pihak-pihak yang berkepentingan harus dapat bekerjasama. Masing-masing mempunyai tanggung jawab dan hak yang ditetapkan berdasarkan musyawarah dan secara proporsional melalui perencanaan partisipatif, maka pengelolaan dan kelestarian sumberdaya hutan dapat terbangun menuju masyarakat yang cerdas, merdeka, adil, makmur, dan sejahtera.

.

 

 

 

 

 

Penulis: BERITA HARIAN DESA DONOREJO

Berbakti untuk negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s