DITEMUKANNYA ARCA EMAS SEPLAWAN

Di daerah pegunungan menoreh sebelah selatan termasuk Kabupaten Purworejo, wilayah kecamatan Kaligesing, yang berbatasan dengan kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, daerah Istimewa Yogyakarta.

Daerah ini memang banyak goa-goa (jumbleng). Kalau diteliti, kedua daerah ini ada sebanyak tiga puluh lebih goa-goa besar maupun kecil.

Goa yang sejak dahulu sudah dikenal ialah Goa Kiskendo, termasuk daerah Istimewa Yogyakarta, perbatasan dengan Kabupaten Purworejo, juga termasuk obyek wisata.

Pada waktu itu yang menjadi Bupati Kabupaten Purworejo, Bp. H. Soepanto. Pada awal tahun 1979 diadakan rapat Dinas Kepala Desa Se Kabupaten Purworejo, memerintahkan Kepala Desa wilayah Kecamatan Kaligesing yang berbatasan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, desa-desa yang ada goanya supaya diteliti, mungkin ada yang dapat digunakan untuk obyek wisata. Segera memberi laporan kepada kabupaten melalui Dinas Kecamatan.

Perintah Bapak Bupati ini mendapatkan tanggapan baik bagi Kepala Desa Tlogoguwo dan Kepala Desa Donorejo, beserta warga masyarakatnya. Memang dua desa inilah yang mempunyai goa-goa, dan berdekatan dengan Goa Kiskendo.

Pada awal bulan Agustus 1979, Kepala Desa Tlogoguwo melaporkan bahwa di desanya ada 2 goa, goa Semar dan goa Anjani, baik untuk obyek wisata. Setelah diperiksa oleh Dinas, mendapat persetujuan dan diresmikan sebagai obyek wisata tanggal 17 agustus 1979 bertepatan HUT Proklamasi RI ke 34.

Desa Donorejo tanggal 17 Agustus 1979 juga melaporkan bahwa di Dusun Denansri ada goa Sendangsri, juga baik untuk obyek wisata baru.

Sesudah warga desa selesai mengadakan kegiatan HUT Kemerdekaan RI yang ke 34, ada warga desa Dusun katerban (Sdr. Cokrotinoyo) melaporkan kepada Kepala Desa (Bapak Sastro Tinoyo), melaporkan bahwa “Goa Seplawan” sangat baik untuk obyek wisata, dari pada goa-goa yang telah ditemukan waktu yang lalu, karena pelapor telah mengetahui di dalamnya, sewaktu menjaring atau mengambil kelelawar.

Laporan diterima oleh Kepala Desa selanjutnya supaya diperintahkan Perangkat Desa, Pengurus LKMD, beserta warga masyarakat, menyiapkan peralatan untuk masuk “Goa Seplawan” secara bersama-sama.

Pada hari Selasa Kliwon pukul 09.00 pagi warga masyarakat beserta Perangkat Desa sebanyak 53 orang telah siap di lokasi goa, dengan membawa peralatan lampu petromak, baterai, oncor, tongkat tangga dan sebagainya.

Pukul 10.00 pagi warga masyarakat mulai masuk goa, diatur secara beregu, dipimpin seorang ketua regu yang bertanggung jawab demi keselamatan, keamanan selama di dalam goa.

Setelah semua sudah masuk, diantara ketua regu yang dipimpin Bapak Semirejo, menemukan barang-barang (benda-benda ajaib, berupa sebuah kendogo (seperti termos) yang terbuat dari logam, terletak di dalam ruangan sebelah atas, tempat yang sepi, sukar dujangkau orang.

Barang tersebut diambil dan dibawa keluar, oleh Kepala Desa diperintahkan semua regu-regu yang masih di dalam goa disuruh keluar. Barang ajaib tersebut beramai-ramai dibawa menuju ke pendopo Kepala Desa.

Warga masyarakat yang jumlahnya ratusan lebih itu menanti-nanti ingin mengetahui isi di dalam kendogo itu.

Setelah kendogo dibuka, didalamnya berisi “ARCA SUAMI ISTRI”  yang dibuat dari emas murni, dengan keadaan masih utuh, baik, dan bercahaya. Oleh masyarakat arca itu dinamai Arca Kencana (arcaartinya reca/arca dan kencana artinya emas).

Pada tanggal 28 Agustus 1979 pukul 18.30 WIB “Arca Kencana” tersebut oleh Kepala Desa dan para Hansip diserahkan kepada Camat selaku Kepala Wilayah Kaligesing (waktu itu Bapak Supardi).

Pada waktu itu Penulis sendiri tidak mengetahui proses selanjutnya, sampai “Arca Kencana” di Jakarta.

Sampai sekarang Arca Kencana masih disimpan di Gedung Musium Gajah Jakarta. Sebagai imbalan warga masyarakat yang dahulu ikut masuk Goa Seplawan sebanyak 53 orang, dari pemerintah Dinas Permusiuman Jakarta, memberi uang sebanyak Rp. 10.000.000,-(sepuluh juta rupiah) pada waktu itu harga emas 1 gr = Rp. 2.500,-

Oleh Dinas Musium Jakarta “Arca Kencana” tersebut dinamai : yang suami dinamai = Arca siwa dan yang Isteri dinamai =Arca Parwati.

Ukuran Tinggi Arca Siwa = 12,6 cm

Tinggi Arca Parwati = 11,7 cm

Berat diperkirakan  = 800 gram (lihat foto)

Demikianlah risalah = ditemukanya “ARCA KENCANA” di Goa Seplawan

 

Penulis: BERITA HARIAN DESA DONOREJO

Berbakti untuk negeri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s