HASIL PESTA SIAGA KWARTIR RANTING KALIGESING 2016

Pesta Siaga Putri SD 3 Donorejo 2016Pergelaran Pesta Siaga Tingkat Kwartir Ranting Kaligesing berlangsung kemarin, Sabtu, 27 Februari 2016 di komplek lapangan Kecamatan Kaligesing. Kegiatan tahunan itu diikuti oleh 29 Gugus Depan se Kecamatan Kaligesing, terdiri dari 28 barung putra dan 29 barung putri. Acara itu sendiri berlangsung sangat meriah, meskipun sempat diwarnai hujan di tengah kegiatan. Camat Kaligesing, Budi Wibowo, S.Sos yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa Pesta Siaga yang mengusung tema “Cerdas Bersahaja” merupakan salah satu dasar peletakan nilai-nilai luhur budi pekerti, yang merupakan ciri khas kepribadian Bangsa Indonesia, yang sangat tepat ditanamkan mulai pada anak usia siaga. Menurut Ketua Kwartir Ranting Kaligesing, Paryono, S.Pd, kegiatan Pesta Siaga tahun ini memang sengaja waktunya didekatkan dengan waktu pelaksanaan Pesta Siaga Tingkat Kwarcab Purworejo yang akan dilaksanakan pada 6 Maret mendatang di Kecamatan Bener. Sebanyak 4 gugus depan berhasil maju ke Pesta siaga tingkat kwarcab setelah secara keseluruhan berhasil mengumpulkan nilai tertinggi, yakni SD Negeri 3 Donorejo dan SD Negeri Jeketro di bagian putra. Sedangkan di bagian putri, SD Negeri 3 Donorejo dan SD Negeri 1 Donorejo. Berikut hasil Pesta Siaga Tingkat kwartir Ranting Kaligesing Tahun 2016 :

Putra :

Barung Tergiat I, SD Negeri 3 Donorejo

Barung Tergiat II, SD Negeri Jeketro

Barung Tergiat III, SD Negeri Kaliharjo

Barung Tergiat Harapan I, SD Negeri Slewah

Barung Tergiat Harapan II, SD Negeri 1 Donorejo

Barung Tergiat Harapan III, SD Negeri Tawangsari

Putri :

Barung Tergiat I, SD Negeri 3 Donorejo

Barung Tergiat II, SD Negeri 1 Donorejo

Barung Tergiat III, SD Negeri Kaliharjo

Barung Tergiat Harapan I, SD Negeri Pandanrejo

Barung Tergiat Harapan II, SD Negeri Kaligesing

Barung Tergiat Harapan III, SD Negeri Tawangsari

 

 

DESA WISATA DONOREJO, MUTIARA DI PERBUKITAN MENOREH

DSCN0235Jika Anda menjelajah di perbukitan menoreh, Anda akan menemukan pedesaan yang memiliki potensi wisata alam yang indah, sebut saja Desa Donorejo. Desa yang terletak di perbukitan menoreh, dengan ketinggian antara 800 meter dpl ini memiliki jumlah penduduk kurang lebih 3900 jiwa. Desa Donorejo ini masuk di wilayah Kec Kaligesing, Kab Purworejo, Prop Jawa Tengah yang berada di perbatasan dengan Desa Jatimulya, Kec Girimulya, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Potensi Wisata unggulan yang dimiliki oleh Desa Donorejo sebagai Desa Wisata adalah Wisata Alam cagar budaya yakni Goa Seplawan, yang didukung dengan potensi wisata lain seperti Curuk Kembar Mayang (Ngedok), Goa Nguwik, Curuk Ngipik Kembar, Goa Tegoguwo, Sumur Tegasih, Agrowisata Segepak, Puncak gunung Jepati, dan yang lainnya.

Goa Seplawan sebagai salah satu tujuan wisata memang memiliki kelebihan dibanding Goa Alam lainya disamping keindahan stalaktit dan stalakmit yang terbentuk indah dari endapan kapur menghias dinding Goa. Namun disebalik keindahanya menyimpan Misteri budaya dan sejarah peradaban jaman dahulu yang belum terungkap seluruhnya. Tanggal 28 Agustus 1979 didalam Goa Seplawan ditemukan kendogo atau patung emas yang sering disebut Arca Kencana seberat 1,5 kg, sebagai penggambaran Dewa siwa dan Dewi Parwati.

Masih dalam wilayah Desa Wisata Donorejo terhampar juga tebing batu yang menjulang dan sering dikenal sebagai Gunungkelir karena menyerupai kelir (background) yang memutih dalam seni pedhalangan. Desa Wisata Donorejo yang berada di atas Gunung Kelir memanjang memungkinkan sekali kita melihat Golden Sunrise seperti diatas  gunung sikunir Desa Sembungan. Jalan perhutani dan lingkungan pedesaan yang asri juga merupakan surga bagi penggemar wisata bersepeda downhill atau mountain bike. Tak hanya pesepeda saja anda yang memiliki hoby trabas atau menjelajah menggunakan kendaraan Trail ataupun Trial akan dimanjakan oleh lika-liku jalan tanah disela perkebunan dan hutan yang menantang adrenalin.

Tak hanya wisata alam yang indah dan menyenangkan namun Desa Wisata Donorejo juga memiliki potensi Agrowisata yang melimpah. Desa Wisata Donorejo merupakan sebuah desa yang memiliki penduduk mayoritas petani ini mampu menghasilkan agro wisata yang banyak dengan hasil alam seperti cengkih, kopi, panili, kakao serta hasil perkebunan lainya.

Desa Wisata Donorejo juga memiliki pengrajin Gula Kelapa yang organik sebagai salah satu aset ekonomi penopang perkembangan penduduk Desa Donorejo.

Digital Camera
Kambing Peranakan Etawa atau yang sering disebut PE

Kekayaan Agrowisata Desa Donorejo juga ditopang oleh hasil Peternakan Kambing Etawa yang juga merupakan unggulan Ternak Kab Purworejo, Propinsi Jawa Tengah.

Akses Jalan menuju Desa Donorejo dari Kab Purworejo maupun dari Yogyakarta yang semakin hari terus diperbaiki makin menunjang kemudahan akses perjalanan menuju Desa Donorejo.

Sebagai Desa Wisata maupun Agrowisata, Desa Donorejo juga mempercantik diri dengan kelompok-kelompok sadar wisata yang berhias dengan kelompok kelompok budaya yang ada di Desa Donorejo.

Paguyuban sanggar Budaya Karawitan, Kethoprak, Campursari, Pedhalangan “Langen Budoyo” masih menggeliat bergerak aktif sebagai pelestari budaya dikawasan Donorejo.

Tak ketinggalan pula seni tari yang tergabung dalam Paguyuban Bekso Langen Budoyo, Kuda kepang atau sering disebut Jathilan, Campur Asih Lokononto, dan Turonggo Adi Putro juga melengkapi geliat masyarakat Desa Wisata Donorejo.

Tak hanya menggarap seni kreasi baru namun Desa Donorejo juga masih melestarikan seni Budaya Tari Dolalak sebagai kesenian khas asli Kecamatan Kaligesing.

Masih banyak Ritual desa yang juga merupakan Kekayaan Wisata Budaya Desa Donorejo yang pasti akan menjadi hiburan serta menjadi tujuan wisata namun saat ini Desa Wisata Donorejo sedang bersiap dan berbenah untuk menjadi surga wisata desa.

Tak perlu ragu untuk datang ke Desa Wisata Donorejo sebagai tujuan wisata akhir pekan, karena selain menjanjikan relaksasi dan rekreasi alam dan budaya, anda juga bisa merenangi dunia maya dengan fasilitas free hotspot yang ada di kawasan Gunungkelir yang tentunya tetap memungkinkan anda yang berada di atas gunung akan terhubung dengan luasnya Dunia Maya.

Okey,..Selamat berwisata,.. semoga akhir pekan Anda menyenangkan.

CONTOH SOAL KOMPAS PRAMUKA SIAGA

    SOAL KOMPAS

Digital Camera
Foto : Peserta Pesta Siaga di salah satu kedai
  1. Dari arah utara berbelok 180⁰, menuju arah…………………………
  2. 90⁰ dari arah Timur adalah arah…………………………
  3. Burhan berjalan menuju barat laut, Kemudian belok ke utara. Berarti Burhan berputar sejauh………⁰
  4. Yusuf menghadap ke arah matahari terbenam, belakang Yusuf adalah arah ……………………………
  5. Yusuf berjalan ke Timur laut. Kemudian belok ke timur. Berarti berputar sejauh………⁰
  6. Noval berlari ke Barat daya. Kemudian belok ke utara. Berarti Noval berputar sejauh………⁰
  7. Triman menghadap ke arah matahari terbit, kemudian berputar ke kanan 135⁰ menuju arah …………………
  8. Fifi berlari ke arah Tenggara, kemudian berbelok ke kanan 90⁰ , berarti menuju kearah ………
  9. Yudha berlari ke arah barat laut, kemudian berbelok ke kanan 45⁰ , berarti menuju ke arah ………
  10. Lukman berjalan ke arah timur laut kemudian belok ke barat, berarti Lukman berputar ……..⁰
  11. Chinta berjalan ke arah utara. Kemudian berputar 225⁰, berarti menuju ke arah ………………
  12. 270⁰ dari arah timur adalah arah …………………………
  13. Egga berlari ke arah barat laut, kemudian berbelok ke kanan 135⁰ , berarti menuju ke arah …………
  14. 90⁰ dari arah barat adalah arah …………………………
  15. 45⁰ dari arah tenggara adalah arah …………………………
  16. Dita menghadap ke arah matahari terbenam, sebelah kanan Dita adalah arah ……………………
  17. Madhia menghadap ke arah matahari Terbit, sebelah kiri Madhia adalah arah …………………
  18. Agil berjalan ke arah barat laut . Kemudian belok ke Timur laut. Berarti Agil berputar ………⁰
  19. Mita berjalan ke barat. Kemudian kembali ke timur. Berarti berputar sejauh………⁰
  20. Azkia menghadap ke arah barat daya. Kemudian berputar dan kembali menuju arah barat daya Berarti Azkia berputar ………⁰

MARI,… SHOLAT DHUHA

Banyak sekali pilihan shalat sunat yang dapat kita kerjakan untuk menyempurnakan pahala shalat wajib yang telah kita kerjakan. Sebut saja shalat sunat rawatib yang biasa kita kerjakan sebelum dan setelah mengerjakan shalat lima waktu. Selain shalat sunat rawatib, kita juga mengenal banyak sekali jenis shalat sunat di antaranya adalah Tahiyatul Masjid, Syukrul Wudhu, Tahajud, Witir, serta Dhuha. Yang disebutkan terakhir kerap terlupakan karena meski kita tahu fadhilahnya tapi karena waktu pelaksanaannya bertepatan dengan dimulainya aktivitas harian, maka shalat Dhuha sering tidak dikerjakan.
Shalat Dhuha ialah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik, yaitu kira-kira setinggi lebih kurang 7 (tujuh) hasta atau sekitar setinggi satu tombak, antara pukul 08.00 pagi sampai dengan masuk waktu Dzuhur (sekitar pukul 11.00 siang).
Shalat Dhuha hukumnya sunat muakad (sangat dianjurkan dan mendekati wajib) karena Rasulullah senantiasa mengerjakannya dan berpesan kepada para sahabat untuk mengerjakannya juga. Shalat Dhuha juga merupakan wasiat Rasul kepada umatnya sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits. “Abu Hurairah r.a. menceritakan, ‘Kekasihku Rasulullah Saw. memberi wasiat kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah kutinggalkan hingga meninggal dunia: shaum tiga hari dalam sebulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan hanya tidur setelah melakukan shalat Witir” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Tentu saja, Rasulullah Saw. tidak akan mengistimewakan shalat Dhuha tanpa alasan. Berikut beberapa fadhilah atau keutamaan shalat Dhuha yang menjadikannya begitu istimewa di mata Rasullah Saw.

Pertama, shalat Dhuha merupakan ekspresi terima kasih kita kepada Allah Swt. atas nikmat sehat bugarnya setiap sendi dalam tubuh kita. Menurut Rasulullah Saw., setiap sendi dalam tubuh kita yang jumlahnya 360 ruas setiap harinya harus diberi sedekah sebagai makanannya.

“Pada setiap manusia diciptakan 360 persendian dan seharusnya orang yang bersangkutan (pemilik sendi) bersedekah untuk setiap sendinya.” Lalu, para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah Saw., siapa yang sanggup melakukannya?” Rasulullah Saw. menjelaskan, “Membersihkan kotoran yang ada di masjid atau menyingkirkan sesuatu (yang dapat mencelakakan orang) dari jalan raya, apabila ia tidak mampu maka shalat Dhuha dua rakaat dapat menggantikannya.” (H.R. Ahmad dan Abu Daud)

Kedua, shalat Dhuha merupakan wahana pengharapan kita akan rahmat dan nikmat Allah Swt. sepanjang hari yang akan dilalui, entah berupa nikmat fisik maupun materi. Rasulullah Saw. bersabda, “Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas melakukan shalat empat rakaat pada pagi hari, yaitu shalat Dhuha, niscaya nanti akan Kucukupi kebutuhanmu hingga sore harinya.’” (H.R. Al-Hakim dan At-Tabrani)

Lebih dari itu, momen shalat Dhuha merupakan saat kita mengisi kembali semangat hidup baru. Kita berharap semoga hari yang akan kita lalui menjadi hari yang lebih baik dari hari kemarin. Di sinilah ruang kita menanam optimisme hidup. Kita tidak sendiri menjalani hidup ini. Ada Sang Maharahman yang senantiasa akan menemani kita dalam menjalani hidup sehari-hari.

Ketiga, shalat Dhuha sebagai pelindung untuk menangkal siksa api neraka di hari pembalasan (kiamat) nanti. Hal ini ditegaskan Nabi Saw. dalam haditsnya, “Barangsiapa melakukan shalat Fajar, kemudian ia tetap duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir hingga matahari terbit dan kemudian ia melaksanakan shalat Dhuha sebanyak dua rakaat, niscaya Allah Swt. akan mengharamkan api neraka untuk menyentuh atau membakar tubuhnya.” (H.R. Al-Baihaqi)

Keempat, bagi orang yang merutinkan shalat Dhuha, niscaya Allah mengganjarnya dengan balasan surga. Rasulullah Saw. bersabda, “Di dalam surga terdapat pintu yang bernama Bab Adh-Dhuha (Pintu Dhuha) dan pada hari kiamat nanti ada yang akan memanggil, ‘Dimana orang yang senantiasa mengerjakan shalat Dhuha? Ini pintu kamu, masuklah dengan kasih sayang Allah.’” (H.R. At-Tabrani)

Kelima, pahala shalat Dhuha setara dengan pahala ibadah haji dan umrah. “Dari Abu Umamah r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.’” (Shahih Al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa, “Nabi Saw. bersabda, ‘Barangsiapa yang mengerjakan shalat Fajar (Shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.’” (Shahih Al-Jami: 6346)

Keenam, tercukupinya kebutuhan hidup. Orang yang gemar melaksanakan shalat Dhuha ikhlas karena Allah akan tercukupi rezekinya. Hal ini dijelaskan Rasulullah Saw. dalam hadits qudsi dari Abu Darda. Firman-Nya, “Wahai Anak Adam, rukuklah (shalatlah) karena aku pada awal siang (shalat Dhuha) empat rakaat, maka aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari.” (H.R. Tirmidzi)

Ketujuh, memperoleh ghanimah (keuntungan) yang besar. Dikisahkan, Rasulullah mengutus pasukan muslim berperang melawan musuh Allah. Atas kehendak Allah, peperangan pun dimenangkan dan pasukan tersebut mendapat harta rampasan yang berlimpah. Orang-orang pun ramai membicarakan singkatnya peperangan yang dimenangkan dan banyaknya harta rampasan perang yang diperoleh. Kemudian Rasulullah Saw. menjelaskan bahwa ada yang lebih utama dan lebih baik dari mudahnya memperoleh kemenangan dan harta rampasan yang banyak yaitu shalat Dhuha.

Menilik banyaknya fadhilah di atas, cukup beralasan kiranya bila Nabi Saw. menghimbau umatnya untuk senantiasa membiasakan diri melaksanakn shalat Dhuha. Dengan mengetahui fadhilah-fadhilah tersebut, diharapkan kita lebih termotivasi untuk beristiqamah melaksanakan shalat Dhuha agar tercapai tujuan bahagia dunia dan akhirat. Amin. Sumber: the miracle of shalat dhuha

Profil Wisata Donorejo

Desa Donorejo adalah desa yang terletak di perbukitan menoreh, dengan ketinggian di atas 800 meter dpl, dengan jumlah penduduk 3768 jiwa.

PROFIL DESA WISATA

Desa : DONOREJO
Kecamatan : Kaligesing
Kabupatn : Purworejo
Provinsi : Jawa tengah
Contact Person & HP : Suparman, HP. 08121516277
Giyato , HP. 081328232230

1. Demografi dan Jumlah Penduduk
• Jumlah penduduk : 3776 orang
• Jumlah Kepala Keluarga : 996 KK
• Jumlah warga miskin : 1731 orang
• Mata pencaharian masyarakat : a. Petani : 802 orang
b. Pedagang : 295 orang
c. Wiraswasta : 173 orang
d. Pegawai swasta : 200 orang
e. PNS : 16 orang
f. Lainnya : 75 orang

2. Potensi Wisata
• Daya Tarik Wisata : Goa Seplawan
Kambing Peranakan Etawa
Pemandangan Alam
• Seni Budaya : Seni Jathilan “Turonggo Adi Putro”
Seni Ndolalak “Lestari”
Seni Kuda Lumping (Incling)”Campur Asih”
Seni Karawitan “Langen Budoyo”
Seni Hadroh
Lainnya
• Jumlah kunjungan pertahun
• Wisatawan nusantara : 9.265 orang
• Wisatawan manca negara orang : 65 orang

3. Jumlah usaha terkait dengan pariwisata yang dikembangkan masyarakat
• Hotel/penginapan : –
• Transportasi/angkutan : 8
• Rumah makan/warung makan : 7
• Kios cinderamata : 1
• Industri kecil kerajinan : 15
(Kulit, kayu, anyaman, gerabah,
kain, makanan, souvenir)
• Lainnya : 13

 

4. Sarana dan prasarana pendukung kepariwisataan di Desa
• Gardu Pandang
• Pasar Umum Desa
• Puskesmas Pembantu
• Tempat Ibadah (Masjid, mushola, gereja)
• Pokdarwis
• Besarnya dukungan masyarakat

5. Program yang telah dilaksanakan dalam rangka pengembangan pariwisata di desa wisata baik oleh pemerintah, pihak swasta maupun swadaya masyarakat
• Program tanam tanaman penghias (swadaya masyarakat)

6. Kendala dan permasalahan dalam pengembangan desa wisata
• Jalan menuju goa yang terlalu sempit, sehingga sulit jika berpapasan (bagi kendaraan besar)
• Belum tersedianya hotel/penginapan/homestay
• WC Umum belum memadai
• Industri kecil kerajinan di desa kurang berkembang karena kekurangan modal usaha
• Pemandu wisata belum terlatih (masih seadanya)
• Akses jalan yang menghubungkan dengan tempat wisata lainnya (jalur paket wisata) belum digarap.

KORBAN TERJEBAK BANJIR DALAM GOA SELAMA 8 JAM, AKHIRNYA SELAMAT

Purworejo (30/12/2012). Alhamdulillah…. waras slamet… Begitu ratusan orang bersyukur, atas lindungan-Nya, dua orang itu selamat. Bagaimana tidak, 2 petugas itu masih cukup muda. Antono(28) dan Andi (28) adalah 2 orang karyawan lepas di Obyek Wisata Goa Seplawan.

Minggu, 30 Desember 2012, pengunjung goa memang sangat ramai, apalagi memang masih dalam suasana liburan.

Waktu telah menunjukkan pukul 15.00 WIB. Tiba-tiba lampu ke arah goa mati. Petugaspun bermaksud menyisir pengunjung yang masih ada dalam goa. Waktu masuk goa, cuaca mendung gelap. Tak lama kemudian, turun  hujan yang sangat lebat mengguyur kawasan wisata tersebut.

Ketika hujan reda, sekitar jam 17.00 tak juga kembali naik, Petugas Goa yang lain (Slamet dan Adil) bergegas menengok ke bawah (goa). Namun,… ternyata genangan air sudah sampai di bibir goa. Hingga diyakini 2 orang petugas tadi telah terjebak banjir dalam goa. Karena khawatir, Adil dan Slamet langsung memberi tahu yang lain.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,  di malam yang gelap itu juga, ratusan petugas diterjunkan, baik dari SAR, Mapala, Polsek Kaligesing, Koramil Kaligesing, dan juga PMI Kabupaten Purworejo. Air yang memenuhi bibir goapun berusaha disedot keluar dengan diesel. Akhirnya, sekitar pukul 22.20 WIB, 2 orang itu berhasil diselamatkan oleh tim SAR, dalam keadaan sehat, setelah terjebak banjir dalam goa selama hampir 8 jam.(Giyato, Fasdes)

Harley Davidson


“Sialan tuh orang baru naik Harley segitu aja sombong banget, ayo
kita kejar ! ” kata pemuda yang nyetir mobil, “ayo !” balas
temannya. Mobil itu tancap gas dan berhasil menyalip Harley.

Ngga’ lama kemudian, Harley tersebut berhasil nguber Mobil lagi,
dan pengendara Harleynya berteriak “Hoooi ! … Elu udah pernah
naik Harley belum ?”. Dan Harley itu ngebut lagi ninggalin mobil.
“Biar mampus tuh orang, gua sumpahin tabrakan lu, belagu amat sih
!’ pemuda yang nyetir mobil keki berat.

Rupanya di persimpangan jalan, Harley tersebut tabrakan dan
pengemudinya ketiban motor sendiri. Setelah tahu yang tabrakan
adalah Harley yang ngeledek mereka kedua orang pemuda ini turun
dari mobil dan menghampiri pengemudi tersebut. “Hoi … elu pernah
naik Harley ngga’ ?” kata pengemudi Harley sambil meringis
kesakitan. “Heh, elu tuh udah tabrakan,ketiban motor, masih
sombong, mau lu apa sih ?” kata salah seorang pemuda yang bawa mobil dengan sewot.

Lalu pengendara Harley itu ngomong ” Maksudnya, gue mau nanya kalo
elu udah pernah naik Harley kasih tahu gua rem-nya dimana !”